Job Design –Perancangan tata cara merupakan disiplin ilmu yang dirancang terutama untuk memberi pengetahuan mengenai prinsip dan prosedur yang harus dilaksanakan dalam upaya memahami hal-hal yang berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi kerja.
Prinsip maupun teknik tersebut diaplikasikan guna mengatur komponen-komponen kerja yang terlibat dalam sebuah sistem kerja,seperti:
Job specialization dimana pekerjaan dibagi-bagi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk menempatkan tenaga kerja sesuai keahliannya masing-masing.Disini para tenaga kerja dapat dilihat kemampuan ketrampilan untuk mengerjakan tugasnya,sehingga pekerjannya dapat terselesaikan dengan efektif dan efisien.
2. JOB EXPANSION
Job expansion dimana tenaga kerja menambah keankearagaman pekerjaan guna mengurangi kebosanan.
Dengan menggunakan metode :
JOB ENLARGEMENT
Lebih dari 35 tahun yang lalu,gagasan memperluas pekerkaan secara horisontal ,atau apa yang kita sebut pemekaran pekerjann-job enlargement makin populer.Menambah jumlah dan keanekaragaman tugas yang dikerjakan oleh seorang individu menghasilkan pekerjaan dengan keanekaragaman yang lebih banyak.Dengan metode ini pekerja tidak hanya memiliki satu pekerjaan saja,tapi memiliki dua atau tiga pekerjaan sekaligus,sehingga hasilnya pun dapat efisien dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaannya.
JOB ENRICHMENT
Memperkaya pekerjaan mengacu pada pengembangan vertikal dari pekerjaan.Penambahan ini meningkatkan sejauh mana pekerja itu mengendalikan perencanaan pelaksanaan,dan evaluasi dari pekerjaannya. Suatu pekerjaan yang diperkaya mengorganisasi tugas-tugas sedemikian sehingga memungkinkan pekerja itu untuk melakukan suatu kegiatan lengkap ,meningkatkan kebebasan dan ketidaktergantungan ,dan memberikan umpan balik,sehingga seorang individu akan mampu menilai dan mengoreksi kinerjanya sendiri.
The core dimension:
1. Experienced meaningfulness
2. Experienced responsibility
3. Knowledge of result
JOB ROTATION
Jika suatu pekerjaan tidak lagi menantang dan mnimbulkan penderitaan rutinitas berlebihan dari kerja mereka ,satu alternatif adalah digunakannya rotasi pekerjaan atau yang sekarang banyak diistilahkan sebagai pelatihan silang-cross training. Pekerja dipindahkan ke suatu pekerjaan lain,pada tingkat yang sama,yang mempunyai persyaratan ketrampilan yang serupa.
3. KOMPONEN PSIKOLOGI
Individu memiliki nilai,sikap, dan emosi yang mempengaruhi hasil suatu pekerjaan.Tindakan efektif pekerja datang dari dirinya sendiri.
Salah satu factor yang mempengaruhi kunerja pekerja adalah keseimbangan emosional atau stress. Hal ini patut diperhatikan oleh organisasi dengan cara menganalisis faktor demografi.
Organisasi juga dapat mengatasinya dengan memberlakukan flexible work arrangements, sbb:
a. Job sharing, seperti pembentukan tim kerja untuk suatu proyek, dimana ada pembagian tanggung jawab, waktu, dan keuntungan di dalamnya.
b. Flextime, dimana pekerja dapat mengatur waktunya, kapan ia akan berada di kantor.
c. Telecommunicating, dimana pekerja dapat bekerja dimana saja, dengan syarat harus tetap menjaga komunikasi dengan kantor lewat berbagai alat komunikasi.
4. SELF-DIRECTED TEAMS
Kelompok yang memberikan kuasa kepada individu untuk bekerjasama dalam mancapat tujuan bersama.Adanya pemberian kekuasaan kepada karyawan untuk melaksanakan tugasnya,membuat karakterisitik dari inti pekerjaan, dan kebutuhan psikologi dapat tejadinya suati keefktifan tim pekerja.
5. MOTIVASI DAN UANG
Menurut penelitian suatu pekerjaan akan cepat selesai jika dimotivasi oleh uang.
Model karakteristik pekerjaan menggambarkan hubungan erat dari factor-faktor berikut:
1. Task Identity
yaitu dimana keterlibatan seorang pekerja terhadap seluruh proses pekerjaan.Dimana ia pun mampu mengembangkan pekerjaannya.
2.Task significance
yaitu dimana suatu pekerjaan menimbulkan pengaruh yang luas terhadap orang lain atau rekan kerja,sehingga menimbulkan kepuasan terhadap suatu pekerjaan.
3.Task variety
yaitu dimana seorang pekerja yang memilki beragam pekerjaan harus memilki berberapa ketrampilan dan keahlian.Variansi tugas yang rendah akan menimbulkan kejenuhan atau kelelahan mental,sehinnga semangat kerja pun menjadi menurun.
4.Otonomi
yaitu wewenang seorang pekerja dimana ia bebas mangatur dan merencankan pekerjaanya.
5. Feed Back
yaitu dimana dapat membuat pekerja termotivasi untuk mengerjakan pekerjaannya.Dapat menjadi masukan yang jelas atas prestasi yang ia kerjakan.
Prinsip maupun teknik tersebut diaplikasikan guna mengatur komponen-komponen kerja yang terlibat dalam sebuah sistem kerja,seperti:
- manusia (dengan memperhatikan kelebihan maupun keterbatasannya)
- bahan baku
- mesin, fasilitas kerja lainnya
- lingkungan kerja phisik yang ada sedemikian rupa
- Job Specialization
- Job Expansion
- Komponen Psikologi
- Self-directed teams
- Motivation adn Money
Job specialization dimana pekerjaan dibagi-bagi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk menempatkan tenaga kerja sesuai keahliannya masing-masing.Disini para tenaga kerja dapat dilihat kemampuan ketrampilan untuk mengerjakan tugasnya,sehingga pekerjannya dapat terselesaikan dengan efektif dan efisien.
2. JOB EXPANSION
Job expansion dimana tenaga kerja menambah keankearagaman pekerjaan guna mengurangi kebosanan.
Dengan menggunakan metode :
JOB ENLARGEMENT
Lebih dari 35 tahun yang lalu,gagasan memperluas pekerkaan secara horisontal ,atau apa yang kita sebut pemekaran pekerjann-job enlargement makin populer.Menambah jumlah dan keanekaragaman tugas yang dikerjakan oleh seorang individu menghasilkan pekerjaan dengan keanekaragaman yang lebih banyak.Dengan metode ini pekerja tidak hanya memiliki satu pekerjaan saja,tapi memiliki dua atau tiga pekerjaan sekaligus,sehingga hasilnya pun dapat efisien dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaannya.
JOB ENRICHMENT
Memperkaya pekerjaan mengacu pada pengembangan vertikal dari pekerjaan.Penambahan ini meningkatkan sejauh mana pekerja itu mengendalikan perencanaan pelaksanaan,dan evaluasi dari pekerjaannya. Suatu pekerjaan yang diperkaya mengorganisasi tugas-tugas sedemikian sehingga memungkinkan pekerja itu untuk melakukan suatu kegiatan lengkap ,meningkatkan kebebasan dan ketidaktergantungan ,dan memberikan umpan balik,sehingga seorang individu akan mampu menilai dan mengoreksi kinerjanya sendiri.
The core dimension:
1. Experienced meaningfulness
2. Experienced responsibility
3. Knowledge of result
JOB ROTATION
Jika suatu pekerjaan tidak lagi menantang dan mnimbulkan penderitaan rutinitas berlebihan dari kerja mereka ,satu alternatif adalah digunakannya rotasi pekerjaan atau yang sekarang banyak diistilahkan sebagai pelatihan silang-cross training. Pekerja dipindahkan ke suatu pekerjaan lain,pada tingkat yang sama,yang mempunyai persyaratan ketrampilan yang serupa.
3. KOMPONEN PSIKOLOGI
Individu memiliki nilai,sikap, dan emosi yang mempengaruhi hasil suatu pekerjaan.Tindakan efektif pekerja datang dari dirinya sendiri.
Salah satu factor yang mempengaruhi kunerja pekerja adalah keseimbangan emosional atau stress. Hal ini patut diperhatikan oleh organisasi dengan cara menganalisis faktor demografi.
Organisasi juga dapat mengatasinya dengan memberlakukan flexible work arrangements, sbb:
a. Job sharing, seperti pembentukan tim kerja untuk suatu proyek, dimana ada pembagian tanggung jawab, waktu, dan keuntungan di dalamnya.
b. Flextime, dimana pekerja dapat mengatur waktunya, kapan ia akan berada di kantor.
c. Telecommunicating, dimana pekerja dapat bekerja dimana saja, dengan syarat harus tetap menjaga komunikasi dengan kantor lewat berbagai alat komunikasi.
4. SELF-DIRECTED TEAMS
Kelompok yang memberikan kuasa kepada individu untuk bekerjasama dalam mancapat tujuan bersama.Adanya pemberian kekuasaan kepada karyawan untuk melaksanakan tugasnya,membuat karakterisitik dari inti pekerjaan, dan kebutuhan psikologi dapat tejadinya suati keefktifan tim pekerja.
5. MOTIVASI DAN UANG
Menurut penelitian suatu pekerjaan akan cepat selesai jika dimotivasi oleh uang.
Model karakteristik pekerjaan menggambarkan hubungan erat dari factor-faktor berikut:
1. Task Identity
yaitu dimana keterlibatan seorang pekerja terhadap seluruh proses pekerjaan.Dimana ia pun mampu mengembangkan pekerjaannya.
2.Task significance
yaitu dimana suatu pekerjaan menimbulkan pengaruh yang luas terhadap orang lain atau rekan kerja,sehingga menimbulkan kepuasan terhadap suatu pekerjaan.
3.Task variety
yaitu dimana seorang pekerja yang memilki beragam pekerjaan harus memilki berberapa ketrampilan dan keahlian.Variansi tugas yang rendah akan menimbulkan kejenuhan atau kelelahan mental,sehinnga semangat kerja pun menjadi menurun.
4.Otonomi
yaitu wewenang seorang pekerja dimana ia bebas mangatur dan merencankan pekerjaanya.
5. Feed Back
yaitu dimana dapat membuat pekerja termotivasi untuk mengerjakan pekerjaannya.Dapat menjadi masukan yang jelas atas prestasi yang ia kerjakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar